Artikel

Teknologi AI dan Pembelajaran Digital bagi Anak

...

oleh Dr. Wandah Wibawanto, M.Ds (Juli 2025)

Teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membuka babak baru dalam dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak. AI memungkinkan pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan interaktif melalui platform digital seperti aplikasi edukasi dan sistem tutor virtual. Menurut laporan UNESCO (2023), integrasi AI dalam pendidikan anak dapat meningkatkan kemampuan kognitif, kreativitas, dan pemecahan masalah. Contohnya, aplikasi seperti Khan Academy Kids menggunakan algoritma AI untuk menyesuaikan materi belajar dengan kecepatan dan minat anak. Namun, penerapannya perlu didukung oleh pendampingan orang tua dan guru agar manfaatnya optimal tanpa mengabaikan interaksi sosial.

Salah satu keunggulan AI adalah kemampuannya menganalisis data belajar anak untuk menciptakan kurikulum yang dipersonalisasi. Misalnya, platform seperti Duolingo menggunakan AI untuk mengidentifikasi kelemahan anak dalam belajar bahasa, lalu menyajikan materi yang sesuai. Penelitian dari MIT (2021) menunjukkan bahwa personalisasi pembelajaran meningkatkan motivasi belajar anak hingga 40%. AI juga membantu anak dengan kebutuhan khusus, seperti penyandang disleksia, melalui alat seperti Microsoft Reading Progress yang menggunakan AI untuk melatih kemampuan membaca. Dengan demikian, AI menjadi solusi inklusif untuk memenuhi keragaman kebutuhan belajar.

AI dikombinasikan dengan gamifikasi (pembelajaran berbasis permainan) membuat proses belajar lebih menyenangkan. Aplikasi seperti Scratch dan Code.org menggunakan AI untuk membuat tantangan pemrograman yang sesuai dengan usia anak. Studi Common Sense Media (2022) menemukan bahwa 70% anak lebih termotivasi belajar ketika konten disajikan secara interaktif. Contoh lain adalah platform menggambar digital seperti Procreate yang menggunakan AI untuk memberikan saran teknik seni real-time. Pendekatan ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga merangsang imajinasi dan daya eksplorasi anak.

Meski menjanjikan, penggunaan AI dalam pembelajaran anak tidak lepas dari tantangan. Riset World Economic Forum (2023) memperingatkan risiko seperti ketergantungan pada layar, privasi data, dan bias algoritma. Orang tua perlu memastikan platform AI yang digunakan telah mematuhi regulasi perlindungan data anak, seperti COPPA (Children’s Online Privacy Protection Act). Selain itu, penting untuk membatasi waktu penggunaan agar tidak mengganggu perkembangan sosial-emosional anak. Edukasi literasi digital bagi orang tua dan anak menjadi kunci untuk meminimalkan risiko ini.

Keterampilan yang diajarkan melalui AI, seperti pemrograman, analisis data, dan kreativitas digital, merupakan fondasi penting untuk masa depan anak. Laporan OECD (2023) menyebutkan bahwa 65% pekerjaan di masa depan akan membutuhkan kompetensi berbasis teknologi. AI membantu anak-anak memahami konsep kompleks seperti machine learning melalui simulasi visual yang sederhana. Misalnya, tools seperti Teachable Machine dari Google memungkinkan anak bereksperimen membuat model AI dasar. Dengan demikian, pembelajaran digital berbasis AI tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga pola pikir kritis dan adaptif.

Keberhasilan pemanfaatan AI dalam pendidikan anak bergantung pada sinergi antara teknologi, institusi pendidikan, dan keluarga. Sekolah perlu mengadopsi tools AI yang terintegrasi dengan kurikulum formal, sementara orang tua bertugas memilih konten yang aman dan berkualitas. Organisasi seperti ISTE (International Society for Technology in Education) merekomendasikan pelatihan guru dalam menggunakan AI untuk mendukung pembelajaran hybrid. Orang tua juga dapat memanfaatkan fitur parental control pada aplikasi AI untuk memantau aktivitas belajar anak. Dengan kolaborasi ini, AI bisa menjadi mitra strategis dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi revolusi digital.

  • Kelas Menggambar
  • Umur Peserta : 7-13 tahun
  • Level : Dasar
  • Rabu : 15:30 - 16:30
  • Kamis : 15:30 - 16:30
  • Sabtu : 09:00 - 10:00
  • Terbuka untuk kelas privat (1 orang) atau kelompok (2-4 orang)

    Daftar
  • Kelas Mewarnai
  • Umur Peserta : 4-13 tahun
  • Level : Dasar
  • Senin : 15:30 - 16:00
  • Selasa : 15:30 - 16:00
  • Jumat : 15:30 - 16:00
  • Sabtu : 10:30 - 11:30
  • Terbuka untuk kelas privat (1 orang) atau kelompok (2-4 orang)

    Daftar
  • Kelas Coding Anak
  • Umur Peserta : 9-13 tahun
  • Level : Dasar (Scratch)
  • Sabtu : 10:00 - 12:00
  • Terbuka untuk kelas privat (1 orang) atau kelompok (2-4 orang)

    Daftar
  • Kelas Koding Game
  • Umur Peserta : 12-16 tahun
  • Level : Dasar-Menengah (Javascript)
  • Sabtu : 15:30 - 17:00
  • Terbuka untuk kelas privat (1 orang) atau kelompok (2-4 orang)

    Daftar

All rights Reserved © Artiva.id, 2021-2025

Made with   by ThemeWagon